Bogor,
(LW)
Dimana bumi dipijak,
di situ langit dijunjung, begitu petuah yang disampaikan orang tua pada kita,
saat berada di rantau. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan adat dan
budaya perantauan. Agar kita diterima dan mudah menyesuaikan diri dengan
wilayah baru.
Orang Minangkabau memang menganjurkan generasi mudanya untuk merantau. Anak-anak muda usia 20 sampai 30 tahun sudah bisa pergi merantau. Mereka dituntut untuk mencari peng hidupan sendiri, malu apabila masih bergantung pada orang tua.
Apalagi dalam hal
agama dan adat istiadat. Adat Minangkabau dinamis, menampakkan raso (hati,
arif, intuitif) dan pareso (akal, rasio, logika). Kita belajar dari pepatah “Alam
Takambang Jadi Guru”. Ilmu tersebut dikuatkan dengan agama, sesuai “Adat Basandi
Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.
Majelis Taklim Jam
Gadang, Majelis Taklim IASMA1 Bukittinggi, Majelis Taklim IASMA2 Bukittinggi,
Majelis Taklim HIMASMA 3 Teladan Bukittinggi, Bukittinggi Salingka Agam,
Yayasan Bukik ’84, Yayasan Minang Peduli, Majelis Taklim Alumni STM Bukttinggi,
secara bersama-sama menggelar suatu acara pertemuan kekeluargaan yang diberi
nama “Silaturrahim Masyarakat, Tokoh & Niniak Mamak Bukittinggi Salingka
Agam dan Parantau Minang”, Minggu (26/10) bertepatan dengan tanggal 2 Muharram
1436 Hijriyah, bertempat di area Masjid Agung Harakatul Jannah Gadog Bogor Jawa
Barat.
Acara ini dihadiri
oleh ribuan parantau Minang Jakarta-Bogor-Tanggerang-Bekasi bahkan ada yang
sengaja datang dari Bukittinggi dan dari negeri jiran Malaysia, serta para
tokoh minang, diantaranya mantan gubernur Sumatera Barat, LetJen. Purn. Ir. H.
Azwar Anas Dt. Rajo Sulaiman, mantan Dubes RI untuk Amerika, Prof. DR Hasyim Jalal,
ketua DPD RI periode 2014 -2019, H Irman Gusman SE, M.Pd Dt. Rajo Nan Labiah,
Pendiri Mesjid Agung Harakatul Jannah, DR. H. Syahrul Efendi SH, MM Dt. Rajo
Nan Sati, Ustadz Bachtiar Nasir, Lc.MA, serta dihadiri juga oleh Gubernur
Sumatera Barat, Prof. DR. H. Irwan Prayitno Dt. Rangkayo Basa.
Pada acara Silaturrahim
ini diisi tausiyah oleh Ustad Prof. Dr. KH. Didin Afiuddin, dengan gaya khasnya
dalam menyampaikan tausiyahnya, sehingga semua yang hadir mendengarkan dengan
khidmad. Setelah tausiyah acara dilanjutkan dengan peresmian sarana Majelis
Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, peresmian ditandai dengan pemukulan tambua
dan dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh LetJen Purn. Ir. H. Azwar Anas Dt.
Rajo Sulaiman yang didampingi oleh ketua DPD RI, H. Irman Gusman, SE, M.Pd Dt.
Rajo Nan Labiah.
Kemudian dilanjutkan
dengan penganugerahan gala pandeka oleh guru besar perguruan silat Harimau
Minangkabau, Edwel Yusri, Dt. Rajo Gampo Alam kepada ketua DPD RI, H. Irman
Gusman, SE, M.Pd Dt. Rajo Nan Labiah dan pendiri Mesjid Agung Harakatul Jannah,
DR. H. Syahrul Efendi, SH, MM Dt. Rajo Nan Sati. Sebelum penganugerahan gala
pandeka terlebih dahulu ditampilkan atraksi oleh para pandeka silat harimau
yang mengagumkan tamu undangan.
Para tamu undangan
khususnya parantau minang yang hadir memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya
atas penyelenggaraan acara ini, dan berharap acara seperti ini diadakan kembali
pada tahun-tahun berikutnya, tidak hanya kali ini saja, mengingat acara seperti
ini merupakan ajang pertemuan bagi para perantau minang untuk bersilaturrahmi.
Ucap salah seorang perantau.
Acara silaturrahmi
ditutup dengan acara hiburan oleh artis Minang Yong Patapayan dan Uci yang
diiringi oleh organ tunggal John Paris. (004/022/LW)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar