vidio slide


tampilan slide


Senin, 17 November 2014

Bukittinggi Salingka Agam dan Para Perantau Minang



Bogor, (LW)
Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, begitu petuah yang disampaikan orang tua pada kita, saat berada di rantau. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan adat dan budaya perantauan. Agar kita diterima dan mudah menyesuaikan diri dengan wilayah baru.

Orang Minangkabau memang menganjurkan generasi mudanya untuk merantau. Anak-anak muda usia 20 sampai 30 tahun sudah bisa pergi merantau. Mereka dituntut untuk mencari peng hidupan sendiri, malu apabila masih bergantung pada orang tua.
Apalagi dalam hal agama dan adat istiadat. Adat Minangkabau dinamis, menampakkan raso (hati, arif, intuitif) dan pareso (akal, rasio, logika). Kita belajar dari pepatah “Alam Takambang Jadi Guru”. Ilmu tersebut dikuatkan dengan agama, sesuai “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.
Majelis Taklim Jam Gadang, Majelis Taklim IASMA1 Bukittinggi, Majelis Taklim IASMA2 Bukittinggi, Majelis Taklim HIMASMA 3 Teladan Bukittinggi, Bukittinggi Salingka Agam, Yayasan Bukik ’84, Yayasan Minang Peduli, Majelis Taklim Alumni STM Bukttinggi, secara bersama-sama menggelar suatu acara pertemuan kekeluargaan yang diberi nama “Silaturrahim Masyarakat, Tokoh & Niniak Mamak Bukittinggi Salingka Agam dan Parantau Minang”, Minggu (26/10) bertepatan dengan tanggal 2 Muharram 1436 Hijriyah, bertempat di area Masjid Agung Harakatul Jannah Gadog Bogor Jawa Barat.
Acara ini dihadiri oleh ribuan parantau Minang Jakarta-Bogor-Tanggerang-Bekasi bahkan ada yang sengaja datang dari Bukittinggi dan dari negeri jiran Malaysia, serta para tokoh minang, diantaranya mantan gubernur Sumatera Barat, LetJen. Purn. Ir. H. Azwar Anas Dt. Rajo Sulaiman, mantan Dubes RI untuk Amerika, Prof. DR Hasyim Jalal, ketua DPD RI periode 2014 -2019, H Irman Gusman SE, M.Pd Dt. Rajo Nan Labiah, Pendiri Mesjid Agung Harakatul Jannah, DR. H. Syahrul Efendi SH, MM Dt. Rajo Nan Sati, Ustadz Bachtiar Nasir, Lc.MA, serta dihadiri juga oleh Gubernur Sumatera Barat, Prof. DR. H. Irwan Prayitno Dt. Rangkayo Basa.
Pada acara Silaturrahim ini diisi tausiyah oleh Ustad Prof. Dr. KH. Didin Afiuddin, dengan gaya khasnya dalam menyampaikan tausiyahnya, sehingga semua yang hadir mendengarkan dengan khidmad. Setelah tausiyah acara dilanjutkan dengan peresmian sarana Majelis Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, peresmian ditandai dengan pemukulan tambua dan dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh LetJen Purn. Ir. H. Azwar Anas Dt. Rajo Sulaiman yang didampingi oleh ketua DPD RI, H. Irman Gusman, SE, M.Pd Dt. Rajo Nan Labiah.
Kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan gala pandeka oleh guru besar perguruan silat Harimau Minangkabau, Edwel Yusri, Dt. Rajo Gampo Alam kepada ketua DPD RI, H. Irman Gusman, SE, M.Pd Dt. Rajo Nan Labiah dan pendiri Mesjid Agung Harakatul Jannah, DR. H. Syahrul Efendi, SH, MM Dt. Rajo Nan Sati. Sebelum penganugerahan gala pandeka terlebih dahulu ditampilkan atraksi oleh para pandeka silat harimau yang mengagumkan tamu undangan.
Para tamu undangan khususnya parantau minang yang hadir memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas penyelenggaraan acara ini, dan berharap acara seperti ini diadakan kembali pada tahun-tahun berikutnya, tidak hanya kali ini saja, mengingat acara seperti ini merupakan ajang pertemuan bagi para perantau minang untuk bersilaturrahmi. Ucap salah seorang perantau.
Acara silaturrahmi ditutup dengan acara hiburan oleh artis Minang Yong Patapayan dan Uci yang diiringi oleh organ tunggal John Paris. (004/022/LW)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar