vidio slide


tampilan slide


Senin, 24 November 2014

Selayang Pandang Tentang TdS

Tour de Singkarak pertama kali diselenggarakan pada 2009. Awal mula ide iven balap sepeda internasional ini adalah diskusi antara Sapta Nirwandar yang waktu itu menjabat Dirjen Pemasaran Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia dengan mantan Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi; mantan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Marlis Rahman; mantan Bupati Solok, Gusmal; mantan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Sumatera Barat, James Hellyward dan mantan Kasbudit Wilayah Sumatera, Raseno Arya.

Perjalanan TdS Dari Tahun Ke Tahun







TdS tahun 2009
Inilah penyelenggaraan perdana Tour de Singkarak, berlangsung selama 5 hari (29 April - 3 Mei). Dengan jumlah 4 etape/stage melintasi 4 kabu­paten dan kota di Sumatera Barat, menempuh jarak total 459 km (285.2 mil). Grand start dilaksanakan di Kota Padang, di mana pada etape 1 TdS 2009 sepenuhnya mengitari Kota Padang sejauh 4 km. Dilan­jutkan dengan etape 2 Padang - Bukittinggi sejauh 92,3 km, etape 3a Bukittinggi - Sawah­lunto sejauh 90,2 km, dan etape 3b Sawahlunto - Danau Singka­rak sejauh 90,2 km. Kemudian ditutup dengan etape 4 dari Danau Singkarak menuju Danau Kembar (Danau Diatas dan Danau Dibawah) diakhiri de­ngan Grand Finish di Danau Singkarak sejauh 188 km.
Tour de Singakarak 2009 diikuti oleh lebih dari 100 peba­lap sepeda dunia yang terdiri dari 25 tim dan berasal dari 15 negara.

Ngalau Sungai Mintan



Kab. Solok Selatan (LW)
Gugusan Bukit Barisan Sumatera Barat menyimpan ribuan kekayaan alam, terutama goa-goa alami. Seperti Ngalau (goa) Indah di Payakumbuh, Ngalau Tarang di Kecamatan Kamang, Ngalau Loguang di Sijunjung ataupun Ngalau Sungai Mintan di Jorong Sungai Mintan, Nagari Batang Hari, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

Jembatan Tinggi Silaiang Kokohnya Peninggalan Kolonial



Padang Panjang, (LW)
Jembatan Tinggi merupakan sebuah jembatan besi tua yang dibangun pada masa kolonial Hindia-Belanda. Jembatan ini sebenarnya merupakan jalur rel kereta api yang dilintasi oleh kereta api Padang menuju Padang Panjang. Tinggi dari tiang jembatan ini adalah sekitar 20 meter.

Tradisi Perang Ketupat

Bangka Belitung,(LW)

Tiap kali mendengar kata Ketupat, hal pertama yang terlintas dalam pikiran adalah hidangan khas Lebaran dengan bungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda. Ketupat seolah tak pernah lepas dari perayaan Idul Fitri. Tak hanya itu, ketupat juga banyak dipakai sebagai pengganti nasi untuk aneka hidangan tradisional, seperti ketoprak, Gado-gado, Soto dan Sate.

Guci Badano Si Guci Ajaib

Pariaman, (LW)
Guci Badano adalah sebuah guci unik dari Kota Pariaman, Sumatera Barat. Guci ini terletak di halaman Masjid Badano Sungai Rotan. Guci Badano konon umurnya sudah berabad-abad. Bentuk guci ini cukup besar dan rendah. Benda ini merupakan peninggalan masa lampau yang penuh daya tarik budaya/spiritual. Menurut cerita penduduk setempat, Guci Badano ini merupakan peninggalan nenek moyang mereka, tidak di ketahui asal-usulnya, dulu Guci besar ini di temukan oleh beberapa warga desa saat sedang mencari ikan, di hulu anak sungai yang ada disekitar Masjid Badano.

Pantai Kata Pantai Yang Seindah Merangkai Kata-Kata









Pariaman, (LW)
Gugusan pantai Sumatera Barat, memberi keuntungan tersendiri provinsi ini. Keuntungan yang didapat bermacam-macam, mulai dari keuntungan mata pencaharian penduduk (nelayan), keindahan alam, hingga keuntungan pariwisata. Untuk sektor pariwiasata, pantai-pantai di Sumatera Barat mulai dikembangkan untuk menjadi lokasi pariwisata yang representatif agar menarik kunjungan wisatawan. Salah satu pantai di Sumatera Barat yang cukup mendapat perhatian wisatawan lokal maupun asing adalah Pantai Kata, Pariaman.